Sabtu, 30 Mei 2020

Pool Of Funds Approach & Allocation Of Fund Approach

Pool Of Funds Approach


Pool of funds approach adalah penempatan (alokasi) dana bank dengan tidak memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan sumber dana, seperti sifat, jangka waktu, dan tingkat harga perolehannya.

 

Allocation Of Fund Approach

Allocation approach adalah penempatan dana ke berbagai aktivitas dengan mencocokan masing-masing sumber dana yang sesuai dengan sifat. Jangka waktu, dan tingkat harga perolehan sumber dana tersebut.

Tugas Bank Sentral Atau BI

Tugas Bank Sentral di Indonesia


Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, tugas bank sentral memiliki dua tugas utama sebagai berikut:

Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter


Tugas bank sentral ini dilakukan dalam rangka mengendalikan jumlah uang beredar, agar tercipta kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa. Selain itu, kebijakan ini juga dapat dilaksanakan untuk mendorong perekonomian nasional. Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia juga perlu berkoordinasi dengan Pemerintah agar kebijakan moneter yang dilaksanakan sejalan dengan kebijakan fiskal dan kebijakan ekonomi lainnya yang ditetapkan pemerintah, sehingga hasil yang diperoleh dari pelaksanaan kebijakan tersebut dapat dimaksimalkan.

Enam Pilar API (Arsitektur Perbankan Indonesia)

Guna mempermudah pencapaian visi API maka ditetapkan beberapa sasaran yang ingin dicapai yaitu:
  1. Menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan mayarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan.
  2. Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional.
  3. Menciptakan indusrti perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi risiko.
  4. Menciptakan good corporate governance dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan nasional.
  5. Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industri perbankan yang sehat.
  6. Mewujudkanpemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan.

Warkat Kliring Dan Prosedur Dalam Kliring

Warkat Yang Dikliringkan

Warkat yang dikliring kan adalah :
  • Cheque bank lain
  • Bilyet Giro bank lain
  • Surat perintah bayar lain
  • Penerbitan wesel
Kesemua warkat dinyatakan dalam mata uang rupiah dan bernilai nominal penuh

Sejarah, Manfaat,Tujuan, dan Istilah dalam Kliring


Sejarah Kliring

Tanggal 10 September  1981 : Kliring Lokal secara manual
Awal 1990 : Kliring Lokal secara otomatis (bantuan mesin baca pilah (reader sorter) +/- 1000 warkat/menit
Tanggal 18 September  1998 : Sistem Kliring Elektronik Jakarta (SKEJ) 8 Bank
Tanggal 18 Juni 2001 : SKEJ seluruh Jakarta
Tanggal 22 Juli 2005 : Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)

Tujuan Dilaksanakan Kliring

  • Memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral
  • Perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman dan efisien
  • Salah satu pelayanan bank kepada nasabah

Manfaat Kliring

  • Bagi masyarakat yaitu memberikan alternative pembayaran ( transfer of vale) efektif dan efisien serta aman
  • Bagi bank merupakan salah satu advantage service kepada nasabah, menjadi fee based income
  • Bagi bank sentral dapat secara langsung cepat dan akurat mengetahui kondisi keuangan suatu bank maupun transaksi-transaksi yang terjadi di masyarakat.

Istilah Dalam Kliring :

  • Tolakan kliring = warkat yang dikembalikan
  • Postdated Cheque =  tanggal Cek/BG belum jatuh tempo (Titipan)
  • Cross Clearing = Penarikan cek melalui kliring atas beban dana yang diharapkan akan diterima penarik dari setoran cek bank lain
  • Call Money = pinjaman bagi bank yang kalah kliring (maksimal 7 hari).
  • Peserta kliring langsung = perhitungan warkat secara langsung dalam pertemuan kliring
  • Peserta kliring tidak langsung = perhitungan warkat dalam pertemuan kliring oleh suatu kantor bank melalui kantor pusat/ cabang lain
Sumber : File PDF V-Class

BANK NOTE


Bank note merupakan uang kartal asing yang dikeluarkan dan diterbitkan oleh bank di luar negeri. Jual beli bank note merupakan transaksi antara valuta yang dapat diterima pembayarannya dan dapat diperjualbelikan dan diperdagangkan kembali sesuai dengan nilai tukarnya
  • Bank note lemah (ITL, FRF, MYR)
  • Bank note kuat (USD, SGD, AUD, DEM, JPY).
Dalam transaksi jual beli bank note ada dua macam kurs, yaitu kurs beli (buying rate) dan kurs jual (selling rate).
  • Kurs jual (selling rate) adalah saat bank menjual atau nasabah membeli
  • Kurs beli (buying rate) adalah saat bank membeli atau nasabah menjual
Contoh harga jual untuk USD adalah Rp 9850,- per USD. Harga itu akan sama dengan harga beli untuk IDR yaitu USD 1/9850 atau 0,000101 per IDR

Contoh harga beli untuk USD adalah Rp 9800,- per USD. Harga terrsebut akan sama juga dengan kurs jual untuk IDR yaitu USD 1/9800 per IDR

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa :
Kurs jual USD = Kurs beli IDR
(Rp 9850/USD) (USD 0,0000101/IDR)
Kurs jual IDR = Kurs beli USD
(USD 0,0000102/IDR) (Rp 9800/USD

Perbedaan Transfer, Kliring dan Inkaso

Transfer


Transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer. Dalam arti lain, transfer adalah kiriman uang yang diterima bank termasuk hasil inkasoyang ditagih melalui bank tersebut yang akan diteruskan kepada bank lain untuk dibayarkan kepada nasabah (trasfer). Baik transfer uang keluar atau masuk akan mengakibatkan adanya hubungan antar cabang yang bersifat timbal balik, artinya bila satu cabang mendebet cabang lain mengkredit.